Laman

Kamis, 08 Agustus 2013

Rindu Gila! :)

bentangkan mimpi di hamparan asa
rebahkan diri mencoba menutup mata
tak mampu berkata mulutpun membisu
terpaku terdiam sejenak meredam rindu

Senin, 05 Agustus 2013

Apa sih, TUHAN?

Begitu membaca judul postingan ini, mungkin ada yang bilang 'Maksudnya apa sih?' atau 'Nih orang gila ya? Tuhan kok dipertanyakan?' atau 'Ada-ada aja nih orang!' atau 'Salah nulis kali!!' de el el. Hehe.. Itu bener kok, ga salah nulis. 'Apa sih, TUHAN?' merupakan bentuk penasaranku tentang Tuhan dan maksud-Nya dalam hidupku.

Penasaran. Semua orang pasti pernah mengalaminya. Seorang cewek yang ultah, pasti penasaran apa isi kado yang diberikan cowoknya. Penasaran itu semacam perasaan yang muncul ketika kita tau sesuatu akan terjadi tapi kita ga tau itu apa. Penasaran itu rasa ingin tau. Tau bakso, tau bacem, tau putih. Loh? Itu sih tahu. Hehe.. Sorry, sorry.

Rasa ingin tau itu biasanya kalo besar, itu bisa mengakibatkan orang yang mengalaminya berusaha mencari tau hal tersebut. Nah, dalam hidup ini kadang ada hal-hal yang perlu kita tau, ada juga yang ga perlu untuk kita tau. Di mana yang ga perlu untuk kita tau itu adalah rahasia Tuhan, yang katanya Ari Lasso : Misteri Ilahi.

Nah, penasaranku sama Tuhan itu gini lho. Banyak hal terjadi dalam hidupku. Ada susah, ada senang. Waktu susah atau pas lagi ada masalah, kadang muncul pertanyaan, 'kenapa sih, Tuhan?'. Dan jujur kadang pertanyaan itu datang dengan rasa kesal karena aku ga mampu mengatasi masalahku. Namun, Tuhan itu baik. Dia selalu mengingatkan untuk selalu bersyukur atas segala sesuatu yang terjadi, susah ataupun senang. Karena Dia itu punya rencana yang indah bagi masa depanku, masa depan kita. Itu janji-Nya lho. Liat aja di Yeremia 29 : 11, Amsal 23 : 18. Dan masih banyak lagi ayat yang lainnya kalo kita rajin baca firman. :D

Nah, begitu ingat janji-janji-Nya ini, aku selalu penasaran ketika aku mengalami sesuatu. Kira-kira apa sih yang Dia mau untuk aku pelajari dari itu? Kira-kira hal baik apa sih yang akan terjadi berikutnya? Nah, penasaran dengan rasa yakin bahwa itu adalah sesuatu yang baik untuk masa depanku yang buat aku untuk ga ngeluh-ngeluh kalo ada masalah dan aku bisa bersyukur.

Banyak orang melihat masalah sebagai sesuatu yang buruk. Memang, masalah itu ga ada yang enak. Tapi dalam masalah itupun kita bersyukur, kita akan lihat sesuatu yang baik dari masalah itu. Kita bisa melihat berkat. Orang yang mampu bersyukur dalam keadaan terpuruk sekalipun, akan bisa melihat berkat Tuhan disitu. Akan selalu bisa melihat harapan dan janji-Nya. 

Rasa penasaranku yang aku ungkapin dengan pertanyaan 'Apa sih, TUHAN?' itu yang buat aku selalu bisa tersenyum waktu aku tertekan sekalipun. Ga percaya?? Buktikan sendiri!! Ga usah lagi bertanya 'Kenapa sih Tuhan?' kalo pas lagi ada masalah. Itu sih menurutku kita seolah-olah meragukan rancangannya Tuhan. Itu yang namanya mempertanyakan Tuhan. Tapi kalo 'Apa sih, TUHAN?', itu menurutku kita udah tau bahwa akan ada sesuatu baik dari Tuhan. Cuma belum taunya itu di hal apa khususnya. Hohoho..
Tuhan memberkati.


Senin, 22 Juli 2013

Keadilan Or Kasih??

Keadilan dan kasih adalah dua hal yang berbeda namun ga bisa dipisahkan. Banyak orang mau mengusahakan keadilan, berjuang mati-matian untuk memperolehnya namun melupakan kasih. Tanpa keadilan, kasih itu ga nyata. Dan tanpa kasih, keadilan itu omong kosong belaka.

Jangan karna kita kita diperlakukan ga adil kita mau orang merasakan hal yang sama seperti yang kita rasakan. Misalnya kita dilupakan atau ga diperhatiin temen, trus kita ga mau merhatiin temen biar mereka juga merasakan hal yang sama seperti yang kita rasain, dengan alibi biar adil. Lucu sekali!! Itu yang namanya 'keadilan tanpa kasih'. Menurut kamu itu bener ga??

Sementara kasih, ga akan disebut kasih kalo kita tu milih-milih. Karna kasih tu ga memilih kamu temenku atau bukan, kamu cakep atau enggak, kamu anak orang kaya atau miskin, kamu pinter atau bodoh. Kasih itu memperlakukan semua orang sama. Itu kasih yang adil.

Jadi jika suatu saat kamu ditanya mana yang akan kamu pilih, kasih atau keadilan, ya jawabannya ya dua-duanya. Kasih dan keadilan itu harus jalan bersamaan. Tapi inget tanpa kasih, usaha kita untuk menciptakan keadilan itu sia-sia. Kasih itu tidak menuntut kita diperlakukan adil agar dapat memperlakukan orang lain dengan adil. Jadi, milikilah kasih terlebih dahulu. Karna kasih itu dasar dari segala sesuatu, kasih itu menutupi segala sesuatu. 



Perbedaan

Perbedaan. Satu kata itu udah ga asing lagi di telinga kita. Kita semua tau itu. Beda itu ga sama. Aku berbeda, kamu berbeda, dia berbeda, kita semua berbeda. Kita sudah menyadari itu. Sering kali perbedaan itu dijadikan topik diskusi paling menarik. Dari dulu sampe sekarang topik itu masih aja relevan untuk diperbincangkan.

Menurut kalian nih, kenapa bisa gitu? Itu karna umumnya orang belum bisa menerima perbedaan. Makanya masih aja enak untuk diomongin (makanan kale, enak).. Ga jarang orang berantem karna beda pendapat. Itu berarti dia belom siap hidup dalam keberagaman.

Masing-masing orang tu berbeda, unik. Punya pemikiran sendiri. Hanya saja, masih ada yang merasa pemikirannya, pendapatnya itulah yang paling benar. Ini nih yang berdampak buruk terhadap perbedaan yang sebenarnya itu indah. Beberapa orang mau menyeragamkan perbedaan. Ya jelas ga bisa.

Kadang perbedaan ini juga jadi alasan untuk orang membenarkan perbuatannya yang sebenarnya merugikan. Misalnya nih ada orang yang bentar-bentar emosional dan beralasan kalau itu dirinya, dan dia emang gitu karna dia bukan orang lain, itu dirinya apa adanya. Helllooooo!!! Perbedaan itu indah kalo kita menempatkannya di posisi yang benar! Bukan untuk membenarkan sikap/sifat yang jelek.

Perbedaan tiap orang juga kadang membuat kita sulit melakukan sesuatu yang 'bukan diri kita banget' yang mungkin sebenarnya baik. Emang bener yang orang bilang 'musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri'. Kadang kita tau kalo sesuatu itu baik, namun ego kita menolak untuk melakukannya.

Kamu mungkin orangnya keras kepala, kamu mungkin orangnya egois, kamu mungkin orangnya sulit mengucapkan kata maaf atau bahkan orang yang ga bisa memaafkan orang yang nyakitin kamu seperti orang lain yang lemah lembut atau pemaaf. Karna kamu ya kamu. Tapi aku yakin kalo dengan kasih, kamu bisa melakukan hal-hal baik yang di luar 'kepribadianmu' yang bahkan kamu sendiri ga nyangka bisa melakukannya.

Kamu boleh berbeda. Tapi ingat, jangan jadikan keunikan diri kamu tuh alasan untuk menyakiti orang lain. Kamu boleh berbeda, tapi kasih itu mengerjakan hal yang sama : kebaikan. Intinya, kasih mampu membuat kamu melakukan hal-hal di luar kepribadianmu. Silahkan direnungkan sendiri.

Selasa, 16 Juli 2013

Take it or leave it?

Dan DIA punya banyak sekali cara untuk ajar beta, lu, katong. Baik itu lewat sukacita, atau dukacita yang katong alami. Ketika lu menyadari kalo apa yang lu harapkan sonde sesuai dengan lu pung keinginan, ya syukuri itu. Karena mungkin dalam lu pung usaha untuk meraih apa yang lu inginkan, lu andalkan lu pung diri sendiri, bukan DIA. Jadi lu dapat kesempatan untuk belajar karmana mengedepankan DIA dan sonde andalkan lu pung diri. 

Yang katong perlu adalah memiliki hati yang mau dibentuk. Karena ketika katong mengeraskan hati, DIA pung maksud, rencana atas katong sonde tersampaikan dan katong kehilangan kesempatan berharga untuk jadi pribadi yang lebih bae. Jadi lu pilih yang mana? Lu mau keraskan hati ko kehilangan kesempatan, atau lu mau menyerahkan hati untuk dibentuk Tuhan untuk jadi pribadi yang luar biasa?

There is a chance to be greater than before. TAKE IT OR LEAVE IT? 

Selasa, 21 Mei 2013

Speechless

Hmm, yang mau aku bagiin kali ini adalah tentang percaya. Yah, bicara soal iman pasti ga lepas sama yang namanya percaya. Ya ga??  Ya dong! :) Orang Kristen itu selalu dibilang orang percaya. Namun kadang dalam kenyataannya ketika menghadapi masalah yang cukup berat, percaya-nya orang percaya itu kadang harus dipertanyakan lagi. Misalnya ketika menghadapi wawancara kerja, kita udah doa menyerahkan semua keputusan di tangan Tuhan. Tapi, kadang dalam hati tu masih ada keraguan. "Tuhan, aku ketrima ga ya?", "Tuhan, kalo aku ga ketrima gimana dong?". Dan masih banyak contoh yang lainlah. Kadang, walaupun kita udah menyaksikan gimana Tuhan menolong kita, di kasus tertentu kita masih juga sedikit takut.

Nah, termasuk akupun kayak gitu. Nah loh. Beberapa waktu lalu, aku sama sodara sodari pengurus Persekutuan Doa (PD) di fakultasku ngadain Live In. Pada tau kan Live In itu apa? Itu lho, tinggal bareng penduduk si suatu desa, hidup sebagai bagian dari keluarga di sana, apa yang mereka makan kita ikut makan, apa yang mereka kerjain itu juga yang kita kerjain. Hidup sebagai mereka-lah intinya. Nah, untuk ngadain kegiatan yang kita targetkan diikuti oleh 60 orang termasuk kita pengurus PD dan satgasnya tuh, kita butuh dana yang cukup besar, mendekati 9 jutaan deh.

Nah, persiapan kita tuh kita mulai dari bulan Januari akhir. Sementara kegiatan kita agendain tanggal 2 - 4 Mei kemaren. Bukan hal yang gampang kita cari dana untuk bikin kegiatan itu. Tiap minggu kita edarin list makanan, tiap ada acara wisudaan kita bikin stand jualan, kalo ga kita keliling nawarin ke orang-orang yang hadir di acara wisudaan. Bukan cuma itu aja, kita ngamen di kampus, ngamen keliling kota malem-malem, bahkan jualan baju bekas di pasar pagi. Dan pas tanggal 20an April itu jumlah usaha dana (usda) kita tuh udah mencapai 2 juta. Puji Tuhan! Kita berharap banyak tuh sama kontribusi dari peserta dan kita sendiri sebagai satgas. Tapi ga semua yang kita harapkan itu sesuai kenyataan. Teman-teman peserta ada yang belom bisa bayar saat itu, jadi kekurangan dana kita yang semula kita targetkan cuma 2 jutaan, naik tinggi! 

Di mulut sih, kita bilang "Santai aja, kita punya Bapa kok." Tapi, walaupun begitu agak panik juga. Udah tinggal beberapa hari lagi, dan dana kita masih kurang banyak. Aku lupa tepatnya tanggal berapa, kita dipanggil Lembaga Kemahasiswaan Fakultas. Kata teman-teman LKF, sebagian dana kita bisa ditanggung Ikatan Keluarga Mahasiswa. Tapi paling cepat tuh dananya cair 2 minggu setelah proposalnya naik ke bagian keuangan. Hahaha, kita sedikit berbesar hati sih waktu itu. Tapi kemudian bingung juga, dananya turun setelah abis kegiatan. Hehehe.. Mana waktu ngurus proposal, banyak revisinya jadi semakin lama naiknya ke bagian keuangan.

Akhirnya kita memutuskan untuk tetap usaha dana dan sebenarnya mau minjem dari kas biar bisa menutupi kekurangan yang lain. Meskipun begitu, ternyata uang di kas tuh ga bisa nutupin kekurangan dana kita. Singkat cerita, tibalah H-1. Sebelumnya ada 1 sodaraku bilang kalo ada sumbangan dari NoName (NN) untuk PD. Yah, aku senang walaupun ga berharap terlalu banyak. Begitu kita ngumpul di kosnya kakak senior kita di PD, baru sodara sodara yang lain mengeluarkan amplop dari NN-NN yang lain. Dan itu bikin sodaraku yang bendahara PD bingung nerima begitu banyak uang. Aku dan sodara sodaraku yang lain cuma bisa diem, terkagum, terpana. Speechless.

Ih, hebat banget Tuhan tuh. Ada aja caraNya nolongin kita. Bukan cuma lewat materi aja, tenagapun Dia kasih buat bantu kita. Secara pribadi aku tuh selalu dibuat terpesona oleh Sosok Super Keren itu. Dia, ga pernah berubah. Dia yang dulu nolongin kita melewati masalah demi masalah masih sama. Dia bakal nolong kita lewatin masalah di depan. Ini jadi kesaksian buat aku dan sodara sodaraku. Aku jadi inget Firman ini, "Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia." 1 Korintus 15 : 58. Dan itu terbukti.

Sampai sekarang waktu aku nulis ini, proposal kita masih dalam proses dan belum sampai ke bagian keuangan. Namun Tuhan tuh buat semua indah banget. Tuhan tuh bukan cuma mencukupkan kita tapi juga buat kita berlimpah. Aku ga bilang soal materi, tetapi sukacita :). Aku dan sodara sodara jadi belajar soal percaya. Percaya jangan setengah-setengah. Kita aja sampai dibuatNya speechless. Sekalipun teman-teman nanti masih ada ketakutan dan keraguan, jangan lama-lama tinggal dalam takut sama ragu itu. Lempar jauh-jauh dan percaya total deh sama TUHAN! Mari belajar percaya secara total. 
Tuhan Yesus memberkati :)

Sabtu, 27 April 2013

Sengaja Dibiarkan??

Shalom, sodara sodari :). Ini saya mau bagikan sesuatu nih, semoga jadi berkat ya, hehehe... Ada baiknya kita dasarkan dulu dengan Firman Tuhan. Yoookkk buka Yohanes 11 : 1 - 44. Lumayan panjang sih bacaannya, tapi jangan bosen dulu :D. Cerita tentang Tuhan Yesus membangkitkan Lazarus pasti udah sdering kita denger sejak zaman sekolah minggu dulu sampe sekarang. Nah, kali ini kita mo belajar lagi dari situ. Menurut saya, begitu kita denger sepintas tentang Lazarus ini, yang ada di pikiran tuh betapa Tuhan sangat hebat, bisa membangkitkan orang mati! Bayangin aja, udah mati 4 hari tapi tiba-tiba cuma karena Yesus manggil namanya jadi hidup lagi!

Di sisi lain cerita, disitu Tuhan juga kayak ngebiarin itu terjadi. Liat aja tuh di ayat 6, "Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada;". Wihh, gimana perasaanmu kalo jadi Maria dan Marta, sodari-sodarinya si Lazarus itu? Udah ngasih kabar sodara kita sakit, eh Tuhan malah diem aja, nunggu 2 hari dulu, bahkan sampe Lazarus mati. Tega amat! Hehe, itu kalo aku yang jadi sodaranya Lazarus. Sempat sih di ayat 21 dan 32 Marta dan Maria itu ngomong, kalo aja Tuhan tepat waktu Lazarus pasti ga mati.

Kita tau kalo Tuhan tu ngasih pertolongan tepat waktu, selalu. Tapi kenapa di cerita ini enggak?? Kadang juga dalam kehidupan kita, ketika kita tertimpa masalah, kita berdoa, namun kadang Tuhan tuh kayak diem aja, ga nanggepin doa-doa kita. Ga jarang juga kita menyalahkan Tuhan kayak yang Marta dan Maria lakuin di ayat 21 dan 32. "Kalo aja Tuhan tuh denger doaku, pasti keluargaku baik-baik aja". "Kalo aja Tuhan denger doaku, pasti aku bisa kuliah di luar negeri" atau "kalo aja Tuhan denger dan jawab doaku, pasti keluargaku masih utuh" de el el.

Nah, kembali ke bacaan tadi. Kita lihat ayat 15 "tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya.". Di awal ayat ini Tuhan bersyukur Dia ga ada waktu Lazarus mo mati. Wih, kalo Maria ato Marta denger perkataannya Tuhan ini, gimana ya? Tentunya Tuhan ngomong kayak gitu bukan ga beralasan. Dia mau supaya murid-muridNya, Maria, Marta dan orang-orang belajar untuk percaya. Di akhir bacaan ini Tuhan akhirnya membangkitkan Lazarus.

Satu hal yang bisa dipelajari, pertolongan Tuhan selalu tepat waktu, namun kadang Ia membiarkan sesuatu terjadi agar kemuliaan Tuhan dinyatakan melalui apa yang kita alami, asal kita tetap percaya padaNya. Apapun itu, separah apapun masalah kita, kondisi kita, kita harus percaya bahwa ada kehendak Tuhan yang ingin dinyatakan lewat itu. Ga ada satu janji Tuhan yang Dia ingkari, termasuk janji kalo harapan itu masih ada, "Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang." Amsal 23 :18, "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." Yeremia 29 : 11.

Ada satu quote yang kemarin saya liat di Twitter yang diretweet teman saya, kalo ga salah tuh kayak gini "Doa dan Iman yang membuat Daniel masuk ke gua singa. Tapi Doa dan Imanlah yang membuat dia keluar dengan selamat dari gua itu.". Saya percaya Tuhan yang menolong Daniel, Tuhan yang membangkitkan Lazarus adalah Tuhan yang sama yang akan menolong kita keluar dari gua masalah kita. Tetap berdoa, tetap beriman dan percaya, tetap berusaha dan sama-sama kita liat apa yang akan Tuhan lakukan buat kita!
TuhanYesus memberkati :)

Minggu, 03 Maret 2013

Menjaga Hubungan

Banyak hal terjadi dalam kehidupan. Bahagia, sedih, suka, duka. Manusia cenderung lebih dekat dengan seseorang yang dipercaya mampu membantunya ketika ia menghadapi masalah, dan biasanya itu orang yang sudah kita kenal dan dekat dengannya. Sama halnya dengan hubungannya dengan Tuhan. Ia akan menjadi lebih dekat dengan Tuhan lebih dari sebelumnya. Hubungan yang indah terjadi ketika itu. Dalam sebuah hubungan, yang paling sulit adalah menjaga hubungan tersebut daripada memulainya. 

Dalam suatu hubungan, hal yang paling berbahaya adalah ketika kita mulai merasa bosan. Karena dari bosan, muncul bermacam-macam hal lain misalnya malas bicara, mulai menghindar, bisa jadi mulai tidak setia dan paling parah adalah benar-benar berpaling. 

Bosan ini berdampak cukup besar bagi suatu hubungan. Dari mana datangnya bosan? Salah satu alasan mengapa bisa bosan adalah karena kita menjalani hubungan dengan biasa saja, datar. Kembali ke awal. Jika kita mempunyai masalah, otomatis kita akan lebih bergantung pada orang yang kita percaya mampu membantu kita, orang yang dekat dengan kita, orang yang dengannya kita menjalani hubungan. Jadi apa yang mau dikatakan di sini? Sekilas saya berpikir, saya tidak tahu bagaimana orang lain, apakah saya harus mendapat masalah agar bisa dekat denganNya? Atau saya harus cari masalah?

Pertanyaan yang bisa dibilang konyol. Benar-benar konyol. Saya diingatkan, tidak perlu meminta  atau mencari masalah untuk menjadi lebih dekat dengan Tuhan. Karena segala sesuatu sudah ditetapkan terjadi pada waktunya. Ketika menyadari hubungan kita mulai terasa hambar atau renggang, kita hanya perlu mengingat masa-masa indah bersamaNya, mengingat kebaikanNya, bagaimana kita dibuat terpesona olehNya, bagaimana Ia selalu ada ketika kita merasa sendiri. Satu ayat yang menampar saya ketika sempat berpikiran kurang jernih dengan pertanyaan konyol di atas adalah 2 Timotius 2 : 13 : "jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya."

Berpikir bahwa Dia jauh dan merasa jadi kurang dekat adalah salah. Ia selalu dekat, setia. Kitalah yang selalu menjauhkan diri dariNya. Bagaimana kita dapat mengabaikan seseorang yang begitu baik, setia, pengertian dan selalu ada di sisi kita? Bagaimana kita dapat merasa biasa jika selalu diperlakukan istimewa oleh seseorang? Masih layakkah disebut hubungan yang dekat jika kita seperti itu? Orang macam apakah kita?

Ingat kebaikanNya, ingat kesetiaanNya maka kita akan tahu apa yang harus kita lakukan, dan bagaimana harus menyikapinya. Tuhan memberkati

Sabtu, 23 Februari 2013

Totalitas

Apa sih yang ada di pikiran kita begitu mendengar kata total?? Pasti ga jauh-jauh dari jumlah, keseluruhan dan kawan-kawannya :). Nah, totalitas ga jauh juga dari itu. Yah, kira-kira totalitas tu kayak kita ngerjain sesuatu dengan ngerahin semua kemampuan kita, tenaga kita untuk hal itu. Nah, the best from us lah untuk itu. Kira-kira totalitas itu penting ga sih dalam hidup kita?? Kalo menurutku sih penting untuk hal yang positif. Seperti dalam kita ngelakuin tugas, pekerjaan, pelayanan, tanggung jawab kitalah. Kenapa penting? Kita manusia kadang mengejar apa yang namanya kesempurnaan. Ga munafik, kita pengen hasil dari pekerjaan kita itu jadi yang terbaiklah pokoknya. Ada orang yang kadang ngejar penghargaan juga sih motivasinya, wajar sih, manusia selalu butuh penghargaan dan pengakuan dari orang lain. Udah sifat dan kebutuhan dasarnya manusia. Nah, ada juga yang kadang dalam ngelakuin sesuatu tuh total buat nyenangin orang, apalagi orang yang disukai, dicintai atau dikasihi, ihiiiiiiiiirrrrrr :). Ga usah malu, kadang aku juga gitu kok (hihihi).

Nah, sekarang yang mau aku share itu tentang totalitas dalam pelayanan, jeng jeng :)! Ini pengalamanku beberapa waktu lalu. Pas tanggal 4 Februari 2013 kemaren jam 1, aku dapet kabar kalo aku harus ke Jogja saat itu juga. Oh, iya, info aja aku lagi kuliah di Salatiga. Nah, posisinya waktu itu aku lagi bareng temenku di kantor fakultas ngerjain tugas buat hari Rabu, 6 Februari 2013. Saat itu pikiranku lagi kacau. Selain karena tugasnya, waktu itu aku juga lagi stress, ada sisa-sisa beban batin yang tiap kali kalo nginget itu aku pasti nangis. Cukup berat masalahnya buat aku. Ditambah lagi sama informasi yang baru aku dapet itu, wah lengkaplah sudah penderitaanku. Aku pengen nangis saat itu juga. Mana aku masih ada kuliah jam 4 sampe jam 8 malam, pertemuan penting penerima beasiswa (karena puji Tuhan aku dapet beasiswa).

Aku tahan aja air mataku, jangan sampe nangis! Belom lagi besoknya, Selasa aku ada kuliah 3 sks, pelayanan sama temen-temen di PD (persekutuan doa). Wah deh pokoknya. Karena itu, aku udah ga konsen lagi bikin tugasnya. Aku bilang ke temenku kalo tugas itu biar aku yang nyelesain. Aku pulang, trus kuliah jam 4. Aku trus dihubungi lagi, disuruh ga usah kuliah besoknya karena hari itu juga aku harus ke Jogja. Sebelumnya aku bilang, kasih aku waktu buat mikir. Malah jawaban yang aku terima saat itu nyakitin banget. Pulang pulang, aku nangis di kos. Aku bilang, Tuhan kenapa? Pokoknya ngeluhlah aku sejadi-jadinya. Aku dibilang sama Oma, yang sabar, karena sebenarnya urusan di Jogja itu tentang masa depan aku juga. Aku akhirnya berangkat kuliah dengan keputusan, ya udahlah ke Jogja.

Malam itu waktu ikut pertemuan beasiswa, aku dihubungi lagi, disuruh malam itu juga. Waktu itu ada ujan, gerimis sih. Jadi aku bilang aja, lagi ujan. Sebenarnya sih buat ngetes juga. Alhasil berangkatnya jadinya keesokan harinya. Aku mikir, tega amat sih nyuruh aku malem-malem ke Jogja, mana udah ga ada travel lagi. Kalo ga ujan, pasti bisanya pake motor. Sendiri, pake motor, malem-malem ke Jogja. Wahhh... Aku cuma bilang, Tuhan, kasih aku hati yang ga membenci dan mau mengampuni. Dan Tuhan denger itu, jadi ga sesek lagi ni dada.

Besoknya aku ga masuk kuliah, berangkat sama adekku dari Salatiga  jam 9, nyampenya jam 11, puji Tuhan kami sampe dengan selamat. Pikirku, kalo hari itu selesai, langsung pulang kami ke Salatiga. Jam setengah 1, aku sama adekku ke tempat tujuan urusan itu. Ternyata urusanku ga selesai hari itu juga karena orang penting untuk urusan itu lagi ga ada di tempat. Akhirnya kami nginep di tempatnya pak lik-ku. Malamnya aku selesain tugas yang kemaren belom selesai. Besoknya, hari Rabu, aku sama adekku balik lagi ke sana. Dan, ternyata kita harus menunggu 1 - 2 jam lagi. Wah, sempet ngeluh sih, tapi kemudian bersyukur karena ga ditunda lagi. Akhirnya selesai dan kita pulang Salatiga, sorenya langsung kuliah. Herannya aku ga capek.

Kamisnya aku ngasih hasil urusan itu lewat fax, karena dalam bentuk surat. Eh, besoknya dikasih kabar itu salah, dan harus diperbaiki karena SATU KATA!!! Bayangin aja cuma gara-gara 1 kata aku harus balik lagi ke Jogja! Waktu aku dikasih tahu tuh, aku kagetnya minta ampun. Pengen nangis sih, sempat bingung, ngomel juga. Tapi yang aku herankan, sama sekali ga ada rasa marah. Aku trus mikir, ngapain aku ngeluh, orang ke sana aja aku ga capek, aku selamat, sehat-sehat aja.

Sorenya, aku cari rental motor. Empat rental yang aku datengin pada abis semua motornya. Akhirnya rental yang ke 5, ada motornya, thanks God. Setengah 6 sore aku keluar dari Salatiga dan puji Tuhan setengah 8 malam aku nyampe rumah yang ada di Jogja, rumahnya simbah, dengan selamat walaupun di jalan sempat ada momen-momen berbahaya. Abis makan malam, aku tidur karena agak capek, setang motornya agak bermasalah jadi tanganku geter selama beberapa waktu.

Besoknya aku ke kantor tempat aku berurusan ga lupa bawa berkas-berkas yang harus diperbaiki. Itu hari sabtu dan ternyata kantornya LIBUR!! Aku trus senyum-senyum aja. WOW gitu. Di luar kantor aku duduk bentar dan kemudian mikir. Mungkin harus kayak gini juga, biar aku lebih punya banyak waktu merhatiin simbahku sama tanteku yang lagi sakit. Dan thanks God ga ada amarah. Aku akhirnya balik Salatiga, karena jam 5 itu ada PA. Jam 5 sampe Salatiga dengan tangan yang agak geter, mandi trus berangkat PA. Wah, Tuhan tu luar biasa ya. Aku ga capek sama sekali, selain masalah setang motor itu, hehehe...

Nah, dari pengalamanku ini, trus aku belajar 1 hal. Masalah pengampunan (loh?). Hubungannya sama totalitas apa dong? Gini lho, sebelum aku berangkat Jogja aku dihadapkan dengan masalah yang benar-benar sulit. Namun, ketika aku minta ke Tuhan biar aku bisa mengampuni, Tuhan kasih. Tuhan kemudian ngijinin terjadinya sesuatu hingga akhirnya aku harus ke Jogja buat lihat apa bener aku udah bisa mengampuni atau belom, dan ternyata aku masih ada yang namanya amarah, sampe ngomel-ngomellah. Pada akhirnya bisa juga aku mengampuni untuk masalah itu. Dikasihlah lagi aku ujian, ke Jogja lagi untuk urusan yang sama hanya karena satu kata tadi. Dan thanks God, aku bisa nerima dan mengampuni. Selain itu juga dikasih bonus bisa liat keluargaku di Jogja yang walaupun sakit, mereka masih utuh. Nah, trus??

Setelah cukup lama merenung, akhirnya aku ngerti Tuhan tu mau kita nerima sesuatu (yang disini aku sebut sebagai pelajaran/free training) tu utuh, ga setengah-setengah. Disitu muncul yang namanya totalitas dari TUHAN. Pekerjaan TUHAN tuh selalu sampe tuntas. Aku bilang kayak gini bukan karena hal mengampuninya aku tuh udah sempurna. Bukan. Aku masih perlu belajar lagi. Aku harus terus mengingat pelajaran itu buat ke depannya, buat menghadapi tantangan ke depannya yang masih rahasia. Bisa aja ke depannya aku dihadapkan lagi sama masalah pengampunan.

Totalitas yang Tuhan tunjukkan disini lewat hal-hal beruntun yang aku alami adalah untuk aku lebih bertumbuh lagi, biar aku bisa lebih melihat betapa Tuhan dan apa yang Dia buat itu luar biasa. Sekarang, aku belajar untuk dalam pelayanan bisa kasih yang namanya totalitas. Aku mungkin ga bisa kasih totalitas sama seperti yang Tuhan tunjukkan ke aku. Tapi satu hal, yang perlu aku dan kita inget. Kita itu diberi kuasa untuk jadi anak-anakNya (Yohanes 1 : 12), otomatis kita mewarisi sifat-sifat Bapa kita. Kita bisa melakukan teladanNya, kalo kita berusaha untuk itu. Kasih totalitas kita aja, walaupun ga sempurna, sambil inget ini nih : "Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita. Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia." (Kolose 3 : 17, 23).  Karena aku yakin Dia yang akan menyempurnakan semuanya. Dia ngasih kita berkat ga tanggung-tanggung kan? Kita juga kalo melayani jangan tanggung-tanggung dong! Total, man! Total! Ayo sama-sama kita belajar untuk itu. 
Tuhan memberkati :).

My Simple Song Chord

Ini sebenarnya lagu dari tahun 2010 dari albumnya Sidney Mohede "Louder Than Life". Baru aku denger beberapa hari lalu sih (hehehe, ketahuan cupunya), dan aku penasaran sama chordnya gimana. Dicari di internet ga ada. Jadi ini coba aku cari sendiri, blom dapet intro juga, hihihi. Masih belajar soalnya, jadi kalo ada yang kurang cocok atau salah sama sekali, mohon koreksinya :). Tuhan memberkati.


My Simple Song
do = C

C                          G
I praise You 'till the morning sun

Am
Shines upon my eyes

C                            G                    F
I praise You 'till the moon begins to shine

C                          G
I lift You up above my heart

Am
I'm Yours right from the start

C                     G                  F
I lift my simple song for Your delight


Bridge :

Dm
Here I am to praise You

Am
Here I am to worship You

F                                G#   G
Let me sing this song for You


Chorus :

    C                  Am
You are my glorious

F                Em     Dm
My glorious risen Lord

           C               Am
You are most wonderful

F                    Em      Dm     G         C
There's no one to compare with You Lord

Kamis, 31 Januari 2013

Bertemu Secara Pribadi

Saya ingin membagikan apa yang saya renungkan di pagi tadi, ketika saya membuka Alkitab dan membaca kisah orang tuli yang sekaligus gagap yang disembuhkan Tuhan yang terdapat pada Markus 7 : 31 - 37. Setelah membaca saya berharap ada yang dapat saya pelajari dari kisah itu. Di situ saya menemukan bahwa Tuhan memisahkan orang tersebut dari orang banyak (ayat 33). Padahal dari beberapa kisah sebelumnya, Tuhan menyembuhkan orang sakit di hadapan banyak orang. Yang menjadi pertanyaan adalah : mengapa Tuhan memisahkan orang tersebut dari orang banyak sehingga mereka sendirian?

Jika dipikir-pikir, jika Tuhan menyembuhkan orang tersebut di hadapan orang banyak, maka banyak pula yang akan menjadi percaya padaNya dan memuliakan Allah. Lalu mengapa Tuhan memilih menyendiri dengan orang tersebut? Saya mendapati bahwa Tuhan ingin secara pribadi bertemu dengan orang bisu tersebut. Hmm, saya mencoba memikirkan dan menempatkan diri dalam posisi orang bisu tersebut. Jika Tuhan ingin menyendiri dan bertemu secara pribadi dengan saya, bukankah itu sangat luar biasa? Bukankah itu berarti bahwa saya spesial dan istimewa bagiNya? Saya dapat mendengar dan berbicara saja, itu merupakan hal yang sangat luar biasa, kebahagiaan yang tidak terkira. Apalagi bertemu secara pribadi. Benar-benar memberikan kesan yang sungguh mendalam.

Saya percaya, ketika orang bisu itu pulang ke rumah, ia menjadi orang yang berbeda dan baru. Karena saya percaya ketika seseorang mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Yesus, ia diubahkan. Sama seperti Tomas, murid Tuhan yang sempat ragu. Selama Yesus hidup, ia bersama murid lainnya mengikuti Yesus kemanapun Ia pergi. Tomas ikut mendengarkan segala pengajaran Yesus dan ikut menyaksikan mujizat-mujizat yang dilakukan Yesus. Namun ketika Yesus mati, dan ia diberitahu murid yang lain bahwa Yesus telah bangkit, ia sama sekali tidak percaya. Namun ketika Yesus datang dan menampakkan diri kepadanya dan murid yang lain, yang menurut saya secara pribadi Tuhan datang khusus untuk bertemu dengannya, ia menjadi benar-benar percaya. Sepenuhnya ia percaya dan menyerahkan dirinya untuk Tuhan. Bahkan ketika di India ia dijatuhi hukuman siksaan dengan piringan-piringan besi yang membara dan dilemparkan ke dalam perapian yang berkobar tidak ada sedikitpun niat untuk menyangkal imannya. Ia mati dengan memegang teguh imannya pada Yesus.

Betapa luar biasa dampak bertemu dengan Yesus secara pribadi. Memiliki hidup yang diubahkan dan mampu berpegang teguh pada iman. Tuhan memberkati.